GAYA GAMBAR (Style) GAYA GAMBAR (Style)
(author : astute)
Siapakah mangaka favorit Anda?
Manga apa yang menginspirasi gaya gambar Anda?
Jika pertanyaan ini diajukan untuk mangaka newbie seperti saya, mungkin akan menjawab lebih dari satu nama manga artist (mangaka) atau beberapa karya manga/anime yang berbeda. Misalkan jika saya pun harus menjawab pertanyaan tersebut, saya akan menjawab satu persatu dari awal perkenalan saya dengan gambar coretan tangan tidak karuan hingga kemudian berlanjut pada perkenalan dengan manga itu sendiri.
Awalnya penulis menjadi gemar menggambar karena saat itu sedang gencar-gencarnya ditayangkan banyak anime, sentai dan kamen rider di stasiun-stasiun TV lokal. Terinspirasi oleh manga terkenal karya Masami Kurumada, Saint Seiya, yang pada akhirnya menjadikan awal malang melintangnya (ini terlalu berlebihan) karier penulis menuju mangaka yang sebenarnya (sekarang masih jadi-jadian, atau lebih tepatnya ngaku-ngaku).
Gaya gambar Masami yang menakjubkan pada waktu itu, paling banyak menginspirasi anak-anak seusia penulis yang juga beramai-ramai berlomba ingin menjadi Masami Kurumada versi gadungan. Hingga saat ini pun, penulis masih setia menjadikan gaya gambar senpai Masami dalam gaya gambar sehari-hari, walaupun (harus) disertai evolusi/condong/influens/pengaruh yang berbeda-beda setiap tahun, atau bahkan setiap melihat manga/anime baru yang dirasa cocok untuk dijadikan style ‘cabutan’, sambil berusaha menemukan gaya gambar yang paling konsisten dan tidak pernah akan berubah-ubah lagi di kemudian hari (padahal pada kenyataannya, mangaka profesional Jepang saja bisa mengalami evolusi gambar berkali-kali lebih banyak daripada kita yang masih newbie dan hijau ini. Dalam hal ini akan terjadi 2 kemungkinan yang bertolak belakang, gayanya menjadi semakin baik atau malah menjadi lebih buruk sehingga dinilai tidak konsisten).
Tahun-tahun berikutnya, setelah penulis semakin beranjak dewasa (berlebihan lagi sepertinya), semakin banyak pula manga yang meng-influence diri penulis, hingga seperti biasa, akhirnya hanya bisa menjadi gadungan dari manga artist yang sedang tren saat itu. Dan kala itu, ada manga/anime yang cukup bagus, Flame of Recca (yang entah siapa pengarangnya) yang merubah style/gaya gambar penulis menjadi seperti Recca, Fukko, Domon, Koganae, dkk, (walaupun tetap dalam konsep atau lingkup style fantasy yang condong ke arah serius).
Lanjut ke tahun-tahun selanjutnya penulis diinspirasi lagi oleh salah satu manga populer karya Rumiko Takahashi, Inuyasha. Di manga/anime ini penulis terinspirasi oleh salah satu karakter semi-antagonisnya, yaitu Sesshomaru, kakak kandung Inuyasha. Di komiknya, penggambaran sosok Sesshomaru-sama (sama=panggilan hormat) tidak terlalu terlihat menonjol, baru setelah dibuat animenya, sosok manusia siluman ini terlihat begitu elegan dan flamboyan, menarik perhatian penulis untuk menciptakan karakter serupa dengan karakter tersebut (bukan lagi meniru secara persis sosok tersebut).
Berikutnya masing-masing manga dibawah ini sempat menjadi tambatan sesaat coretan tangan penulis, Slamdunk (artist/mangaka: Takehiko Inoue), Hunter X Hunter (mangaka: entahlah?), Detective Conan (Aoyama Gosho), Bleach (Tite Kubo), Deathnote (Tsugumi Ohba dan Takeshi Obata, kalau tidak salah), hingga kemudian yang paling gencar dan heboh, serta diputar bersaing di beberapa stasiun TV kita, Naruto (karya Masashi Kishimoto), dengan gaya gambar karakter yang khas, pem-visual-an background yang serba perspektif dan detail gambar tingkat tinggi, menjadikan orang-orang (terutama anak-anak, bahkan anak perempuan!) mulai kembali berlomba-lomba memiripkan gambar mereka dengan karakter kesayangan mereka (Naruto, Sasuke, Gaara, dsb) atau secara tidak langsung sebenarnya mereka sedang mencoba memiripkan diri dengan sang mangaka.
Namun belakangan, kembali penulis menemukan style yang cukup menyita waktu lagi untuk dipelajari, yaitu gaya gambar Eyeshield 21 milik Yuusuke Murata (ide cerita: Richiro Inagaki). Walaupun manga ini sudah cukup lama beredar, namun penulis baru ‘menyadarinya’ beberapa bulan lalu sekitar akhir 2008. Penulis sangat suka melihat ekspresi dan ciri khas masing-masing karakter yang ditampilkan oleh manga ini. Tidak ada detil yang ‘wah’, namun sebaliknya manga ini malah menonjol karena kesederhanaan sekaligus kekayaan karakter yang dibuatnya hingga mengundang tawa dan geli bagi penulis (atau mungkin pembaca lainnya). Bayangkan saja, salah satu karakternya, Komusubi Daikichi bisa dibuat hanya dengan beberapa basic shape (bentuk dasar) saja. Hidung bulat diberi arsir, mata hanya titik, serta alis yang seperti huruf ‘w’ atau spiral. Luarbiasa, namun di sinilah letak keistimewaannya.
Scott McCloud, salah satu komikus Amerika, di bukunya Making Comics mengatakan bahwa komik yang baik adalah yang penggunaan karakternya kaya dan luas. Artinya tidak dengan pola/struktur bentuk wajah yang sama persis untuk setiap karakter berbeda (sehingga kalau hanya diganti rambut saja, sudah bisa membentuk karakter lain, karena bentuk wajahnya semua mirip). Dari sini pula penulis mendapatkan pukulan keras tepat pada wajah (ini berlebihan lagi), karena tepat sebelum penulis membaca buku karangan McCloud tersebut serta manga Eyeshield21, karakter yang penulis buat semuanya mirip satu sama lain! Yang membedakan hanya rambut, detil daerah mata, serta warna mata (itu pun bila diwarnai, jika dibiarkan tidak diwarnai jelas sulit dibedakan dengan detil yang hampir sama untuk hampir semua karakter).

GAYA GAMBAR (Style) [gambar 1]
Gaya gambar sekarang yang terinspirasi oleh Mangaka Yuusuke Murata dalam Eyeshield21,
(kedua gambar karakter didepan seolah mirip dengan Sena Kobayakawa dan Raimon Tarou)
GAYA GAMBAR (Style)
[gambar 2]
Gambar yang dibuat jauh beberapa tahun yang lalu, sekitar 4-5 tahun yang lalu.
Dua gambar yang dilingkari merah adalah dua karakter paling depan pada [gambar 1],
Sedangkan yang dilingkar biru adalah awal dari penciptaan karakter pada [gambar 1] posisi paling belakang

[gambar 3]
Gambar karakter Putra di project komik GARUDA

[gambar 4]
Gambar karakter Tata di project komik GARUDA

[gambar 5]
Kobayakawa Sena dan Raimon Tarou dari Eyeshield 21

[gambar 6]
Komusubi Daikichi dari Eyeshield 21
GAYA GAMBAR (Style) Ini hanya sebuah awal, penulis juga hingga saat ini belum pernah menerbitkan satupun dari komik/ novel bergambar/karikatur/komikweb yang bisa dibaca oleh umum. Partisipasi dalam komunitas-komunitas manga (seperti Indomanga atau K-magnity) pun hanya sebatas jadi anggota pasif, tidak terlalu gencar mengeluarkan karya/produk. Namun akhirnya, sampai saat itu tiba, sampai penulis mampu menyiapkan konsep cerita dan proporsi gambar yang baik, sambil berharap suatu saat menemukan style yang pas dengan penulis, penulis akan tetap terus MENGGAMBAR, minimal nantinya orang tetap mengingat dan menilai gaya gambar kita, orang tahu kalau karya ‘itu’ atau karya ‘ini’ adalah karya kita, karena gaya gambar kita tetap atau tidak berubah terlalu signifikan (walaupun tim penilai tersebut paling-paling hanya teman dekat penulis ataupun forum-forum yang sering diikuti, karena cuma mereka yg mau membaca karya-karya aneh milik penulis, hiks).
Akhirnya, Selamat berjuang juga untuk teman-teman sesama mangaka newbie. Tetap semangat dengan segala tantangan yang ada! Spirit!!
Read more...